Sunday, February 13, 2011
The best month of the year!
Monday, January 10, 2011
Sudan Set For Split
Entah mengapa aku teringatkan kisah Tanah Melayu dan Singapura.
Rakyat Sudan di sebelah selatan telah keluar beramai-ramai untuk mengundi.
Lebih 40 ulama Islam termasuk Dr Yusuf Qardawi telah memfatwakan tidak harus (HARAM) hukumnya bagi umat Islam mengundi untuk mengeluarkan Selatan Sudan. Agenda Barat adalah jelas untuk memecah-belahkan kekuatan negara Islam paling luas di benua Afrika ini.
Di sebalik keghairahan umat Islam di Malaysia dengan tahun baru 2011 dan AJL semalam, adakah yang masih peduli?
Dari website BBC
"We watched the light of the sun rise up this morning - the dawn of a new chapter for the south," said Paul Nduru, a teacher who had been waiting from midnight.
There was a carnival atmosphere, with people waving the Southern flag, as dancers and drummers beat out tunes.
Red and white tape marked out the lines for the queues, with celebratory party balloons tied alongside.
Saturday, December 04, 2010
Pandai Bahasa
SUBSIDI PETROL, DIESEL. GULA, LPG DIKURANGKAN ESOK ( Berita Harian)
Subsidi bagi petrol RON95 dan diesel dikurangkan sebanyak 5 sen seliter, Gas Cecair Petroleum (LPG) sebanyak 5 sen sekilogram dan gula sebanyak 20 sen sekilogram mulai esok.
Berikutan penyelarasan jumlah subsidi itu, harga petrol RON95 kini ialah RM1.90 seliter, diesel RM1.80 seliter, LPG RM1.90 sekilogram dan gula RM2.10 sekilogram.
Subsidi bahan api, gula diselaras (Utusan Malaysia)
Bahasa yang digunapakai ialah 'pengurangan subsidi', 'rasionalisasi', penyelarasan harga. Tiada sepatah haram pun perkataan 'naik harga' digunakan.
Agak-agaknya nak menipu makcik-makcik FELDA ataupun nak kelentong rakyat yang tak pandai membaca?
Tuesday, October 26, 2010
Darul Mustafa Malaysia
Dalam masa yang singkat itu, kami sempat juga bertanya-tanya khabar. Beliau kini di KUIS, jadi tenaga pengajar. Kami sempat berbual tentang kedatangan Habib Umar ke tanahair tempoh hari.Semasa kemuncak sambutan Haul Imam Haddad di Shah ALam, Ustaz Fauzi tidak hadir. Beliau menceritakan bahawa pada sebelah siangnya, Habib Umar dan beberapa anak muridnya bermesyuarat tentang satu agenda yang sangat penting: penubuhan Madrasah Darul Mustafa di Malaysia.
Buat masa sekarang, madrasah ini akan berteduh sementara di Madras an-Nur sebelum lokasi dan bangunan sebenar madrasah didirikan. Yang paling penting, para Habaib dan Masyaikh dari Yaman akan dibawa untuk menjadi tenaga pengajar di sana kelak. Di Malaysia, memang terdapat banyak sekolah-sekolah pondok dan madrasah-madrasah tradisional. Kebanyakannya di negeri Kelantan, Kedah, Pualau Pinang dan Perak. Sistem pengajian pula, terutama di Kelantan mengikut acuan pondok-pondok di Fathani Darul Salam. Pengaruh madrasah-madrasah di Mekah juga begitu ketara memandangkan kebanyakan tok guru pondok mendapat pendidikan formal di sana.
Penubuhan Madrasah Darul Mustafa ini diharapkan akan mengeratkan lagi hubungan keilmuan dan keimanan umat Islam Malaysia dengan saudara-saudara kita di Yaman, khususnya Hadhramawt. Tidak dapat disangkal lagi, Islam tersebar ke Nusantara dengan kegigihan alim ulama dan saudagar dari Tanah Arab, terutamanya dari Yaman sejak sebelum zaman Kesultanan Melayu Melaka lagi. Oleh itu, tidak hairanlah umat Islam di Malaysia bermazhab Shafi'i dan mengikut mazhab aqidah Imam Asha'ari, seperti umat Islam di Hadramawt. Madrasah Darul Mustafa ini diharap dapat menawarkan ruang alternatif dalam pendidikan Islam secara tradisional seperti model sebenarnya di Tarim, Hadramawt. Pembukaannya pasti ditunggu-tunggu oleh para pecinta ilmu dan ulama di tanahair.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ustaz Fauzi kini akan membuka satu kelas pengajian di Kuala Lumpur.
Selepas musim haji, beliau akan mengajar di masjid/pusat tahfiz yang terletak di belakang bangunan NAZA di Kg Baru.
Ada beberapa kitab yang akan diajar (masih dalam pertimbangan):
1) Hadith: Kitab Sahih Bukhari
2) Tasawwuf: Minhaj Abidin oleh Imam Ghazali
3) Fiqh: Minhaj at-Talibin oleh Imam Nawawi.
Bagaimanapun, pengajian ini disasarkan untuk para imam atau kiyai yang sudah ada 'basic ' dalam pengajian Islam. Kitab 'Minhaj Talibin' misalnya, adalah kitab fiqh mazhab Shafi'i peringkat tinggi. Kelas akan diadakan hari Jumaat malam Sabtu. Mudah-mudahan diberikan taufiq oleh Allah SWT untuk hadir nanti!
Sunday, October 24, 2010
Nik Aziz Dalam EraMuslim
Kiprah Dakwah Nik Abdul Aziz Nik Mat
Sejak kecil, Nik Abdul Aziz sudah gemar belajar ilmu-ilmu Islam. Saat itu, guru beliau adalah seorang ulama terkenal di daerahnya. Dan sang guru tak lain adalah ayah beliau sendiri yang biasa dipanggil masyarakat dengan Tuan Guru Haji Nik Mat.
Setelah dirasa cukup mendapat pendidikan dasar-dasar Islam, Nik Abdul Aziz disekolahkan ke pesantren di Jertih, Trengganu. Namanya pondok pesantren Tuan Guru Haji Abbas.
Pada tahun 1952, Nik Abdul Aziz meninggalkan tanah air untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas Deobond, India. Di sana, ia berguru kepada ahli tarekat terkemuka, Maulana Husain Ahmad al-Madani.
Lima tahun kemudian, Nik Abdul Aziz melanjutkan studi ke Lahore, Pakistan untuk memperdalam tafsir Al-Qur'an. Setelah itu, beliau melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar, Mesir untuk mengambil spesialisasi bahasa Arab dan dilanjutkan dengan memperdalam perundangan (hukum) Islam.
Setelah hampir sepuluh tahun belajar di negeri seberang, Nik Abdul Aziz memutuskan kembali ke tanah kelahirannya. Dia ingin mengamalkan pengetahuan yang dimilikinya dengan berkiprah sebagai guru di sekolah menengah Agama Tarbiyyah Mardiah, Panchor dan di Sekolah Agama Darul Annuar yang didirikan oleh ayahnya.
Selain mengajar, ayah sepuluh orang anak ini juga aktif memberikan ceramah-ceramah Islam. Mulai dari khutbah di masjid, hingga majelis taklim yang tersebar di masyarakat. Kiprahnya sebagai ulama, benar-benar disambut baik oleh masyarakat.
Yang menarik masyarakat dari sosok Nik Abdul Aziz adalah kesehariannya yang sarat dengan keteladanan. Mulai dari keluarganya yang terjaga dalam akhlak Islam, kedekatannya dengan kaum dhuafa, serta rumahnya yang sederhana dan akrab dengan lingkungan sekitar. Tidak jarang, hanya sekadar memotong rambut untuk bayi pun masyarakat rela antri ke Nik Abdul Aziz.
Pentas Politik Di tahun 1967, di usianya yang ke tiga puluh enam, Nik Abdul Aziz bergabung dengan Partai Islam Se-Malaysia (PAS). Dia memilih PAS bukan sekadar asasnya yang Islam, tapi juga visi perjuangannya yang benar-benar ingin menegakkan daulah Islam di Malaysia.
"Saya memilih PAS karena parti ini merupakan sebuah pergerakan yang landasannya jelas-jelas memperjuangkan akidah Islam. PAS di mata saya tidak memisahkan antara politik dan agama. Namun, bagaimana caranya bisa berjalan seiringan satu sama lain," ujarnya.
PAS lanjutnya, adalah harakah Islamiyah (pergerakan Islam) yang dicarinya. "Sebab, PAS memiliki cita-cita untuk menegakkan daulah Islamiyah seperti yang diidam-idamkan oleh setiap mukmin."
Sejak terjun di dunia politik bersama PAS, tekanan dan dukungan silih berganti dirasakan Nik Abdul Aziz. Di tahun pertama bergabung dengan PAS, Nik Abdul Aziz berhasil memenangkan pemilihan umum untuk daerah Kelantan. Sejak itu, daerah Kelantan menjadi basis kekuatan PAS. Walau dengan cara apa pun, Barisan Nasional (BN) yang merupakan partai pemerintah saat itu tidak pernah mengalahkan Nik Abdul Aziz dan PAS di daerah pemilihan itu.
Karena ketokohan dan sosok karismatiknya sebagai ulama, Nik Abdul Aziz diamanahkan pimpinan PAS untuk menjabat Ketua Dewan Ulama PAS. Di posisi itu, Nik Abdul Aziz menyerukan seluruh pimpinan dan kader PAS untuk kembali menghidupkan sunnah Rasul dalam semua sisi kehidupan. Perjuangan PAS menurutnya, harus dalam rangka menegakkan Islam, bukan untuk memuaskan ambisi atau syahwat kekuasaan semata.
Walau sudah menjadi pimpinan dengan berbagai kesibukan yang luar biasa, Nik Abdul Aziz tidak pernah melalaikan dakwah. Kesibukan mengisi ceramah dan taklim tidak mengendur dengan alasan apa pun. Baginya, politik adalah bagian dari dakwah. Bukan sebaliknya.
Menteri Besar Pada pemilu 1990, PAS mendapat perolehan suara luar biasa di Negeri Kelantan. Nik Abdul Aziz diberi amanah sebagai Menteri Besar atau setingkat gubernur untuk di Indonesia. Hingga pemilu 2004 lalu, PAS tetap unggul mayoritas di Kelantan. Dan selama 14 tahun itu pula, Nik Abdul Aziz memikul amanah berat itu. Di posisi yang strategis itu, Nik Abdul Aziz kian kuat menyampaikan dakwah dalam bentuk lain. Ia tidak mentolerir seluruh pejabat di jajarannya untuk menerima hadiah apa pun. Menurutnya, semua itu riswah. Ia pun memberikan teladan. Nik Abdul Aziz langsung memotong 40 persen gajinya untuk menambah pelayanan kepada masyarakat.
Berubahkah Nik Abdul Aziz? Sama sekali tidak. Ia tetap Nik Abdul Aziz yang dulu. Rumahnya tetap sederhana. Mobil yang dikendarai juga mobil seperti orang kebanyakan di negeri Kelantan. Setiap hari Jumat, ia mengkhususkan waktunya untuk mengisi pengajian umum di sebuah majelis taklim yang berada di pusat kota. Siapa pun boleh datang. Sedemikian besarnya sambutan masyarakat, hari Jumat menjadi hari pengajian untuk mereka. Mereka datang dari berbagai pelosok di negeri Kelantan. Bahkan, tidak sedikit yang sengaja membawa tenda agar bisa khusyuk mendengarkan kajian dari sang guru, Nik Abdul Aziz. (mn)
Sunday, October 10, 2010
First Lady Summit
Who is Malaysia's First Lady?Now, I'm confused...
The wife of the prime minister, Datin Seri Rosmah Mansor said among those who had confirmed their attendance were the First Lady of Albania (Teuta Topi), Chile (Cecilia Morel Montes), Congo (Marie Olive Kabila), and Sri Lanka (Shiranthi Rajapaksa).
"Besides the First Ladies, we also invited seven ministers from various countries to attend the conference," she told reporters after visiting the conference area at the Palace of Golden Horses, near here.
"I'm most satisfied with all the preparations at the hotel and I hope everything will proceed smoothly," she said.
Also present was Women, Family and Community Development Minister Datuk Seri Shahrizat Abdul Jalil.
The summit, organised by the Ministry of Women, Family and Community Development with the theme 'A Child Today, A Leader Tomorrow', will highlight important agendas in empowering the children as the future leaders.
Rosmah, who is also the patron of the programme, will deliver the keynote address on the first day before the opening ceremony by Prime Minister Datuk Seri Najib Tun Razak, at Seri Perdana, Putrajaya.
-- BERNAMA
Malah acara tiga hari bermula Isnin depan hanya dihadiri oleh 20 Wanita Pertama yan.kebanyakannya datang dari ‘dunia ketiga’.
Wanita Pertama yang hadir termasuk dari Albania, Afghanistan, Chile, Congo, Gambi Ghana, Guinea Bissau, Iran, Jamaica, Mali, Mauritius, Mozambique, Nigeria, Paraguay, Seychelles, Soerra Leone, Sri Lanka, Sudan dan Zambia
Isteri kepada Datuk Seri Najib Razak itu dikatakan menghina dengan merampas gelaran yang pada sisi Perlembaagaan adakah hak Raja Permaisuri Agong, Tuanku Nur Zahirah yang selayaknya digelar Wanita Pertama Malaysia.
“Imej beliau di kalangan Wanita Pertama negara Eropah dan Amerika Syarikat sudah tercalar. Mereka tidak mahu dikaitkan dengan beliau yang terpalit dengan bermacam-macam tuduhan yang memalukan negara.
“Yang peliknya bagaimana seorang yang tidak layak memanggil dirinya wanita Pertama atau First laday dari segi Perlembagaan Persekutuan boleh menganjurkan sidang kemuncak yang mengumpulkan wanita Pertama negara lain walhal beliau sendiri bukan dalam kedudukan itu. Ini amat memalukan imej negara,” kata Ketua Wanita Parti Keadilan Rakyat (KEADILAN) Zuraida Kamaruddin ketika dihubungi Suara Keadilan.
Zuraida berkata tindakan Rosmah membelakangkan Tuanku Nur Zahirah dengan ‘menyamar’ sebagai wanita Pertama adalah sesuatu yang mencerminkan kejelekan peribadi beliau.
Malah lebih memalukan dakwaan Rosmah yang mengaku sebagai Wanita Pertama Malaysia dipertikai bukan sahaja oleh pakar Perlembagaan dan juga rakyat negara tetapi pernah dibahaskan semasa sidamng Parlimen.
Perkara 32 (2) Perlembagaan Persekutuan dalam Bab 1 berkaitan “Ketua Utama Negara bagi Persekutuan, dan isterinya” jelas dinyatakan, ” Isteri Yang di-Pertuan Agong (digelar Raja Permaisuri Agong) hendaklah diberi keutamaan daripada segala orang lain di dalam Persekutuan selepas Yang di-Pertuan Agong”.
“Memang kita sudah bawa isu ini di dalam Parlimen dan saya sudah pun membahaskan perkara ini pada sidang yang lepas. Jadi kita akan teliti lagi sekali dan saya akan persoalkan mengapa kerajaan boleh berikan peruntukan dana awam untuk sidang kemuncak ini serta apa peranan dan keperluan penganjuran sidang berkenaan?
Thursday, June 03, 2010
Perangai Pengganas:
2)Tembak dan bunuh aktivis yang terdiri dari lelaki,wanita, kanak-kanak, warga emas yang berbangsa Arab,Turki, Caucasian, Amerika, Britain termasuk berbangsa Yahudi sendiri.
3)Culik aktivis di perairan antarabangsa dan bawa ke wilayah sendiri
4)Paksa aktivis yang diculik tandatangan pengakuan menceroboh wilayah Israel.
5)Dah kantoi buat aktiviti terrorisme, terhegeh-hegeh salahkan satu dunia.Konon misi kemanusiaan membawa senjata untuk HAMAS.Aktivis cuba mencederakan komando-komando Israel. Diorang ni buat bom daripada gauze dengan iodine ke?
6) Dah salah, masih tak mengaku.Memang sah korang ni YAHUDI
CELAKA!
Tuesday, May 25, 2010
Mula-mula Batu Putih, Sekarang Tanjong Pagar, Lepas ini Iskandar
To kowtow is our new diplomatic style when dealing with Singapore .Where's Ibrahim Ali's PERKASA?
Friday, May 14, 2010
Sport Betting

13 Mei ialah hari bersejarah 1Malaysia.
Kita akan bergerak ke hadapan untuk mencontohi negara-negara maju.
Secara rasmi kita akan mengizinkan 'sports betting' untuk musim Piala Dunia 2010.
Langkah ini khabarnya akan mengurangkan kes-kes perjudian haram tanpa lesen di negara yang berleluasa terutama ketika demam bola sepak melanda.
Tahniah kepada semua kaki judi yang sudah memperjuangkan hak mereka sebagai rakyat Malaysia.
Mereka berhak sekali berjudi secara terang-terangan tanpa perlu berselindung di kedai-kedai tertentu.
Syabas juga kepada JAKIM yang telah mengeluarkan logo halal untuk 'sports betting' di Malaysia.(hahaha)
Mungkin selepas ini untuk mengawal pengedaran dadah dan pelacuran, industri ini akan turut dihalalkan dan diberikan lesen.
1Malaysia, Rakyat Didahulukan, Berjudi Dibiarkan
Tuesday, May 11, 2010
Saifool
Mahkamah Jalan Duta
Hakim Mohd Zabidin Mohd Diah mengaku dan berkata inilah pertama kali dalam negara ini, mangsa dituduh dengan kerelaan dan tapi kes disiasat atas 'tanpa kerelaan'
Pendakwaraya II Mohd Yusof Zainal Abiden berkata ada sedikit kelemahan (kekeliruan) pada pendakwaan.
KARPAL: "ini bukan kekeliruan, ini menunjukkan Saiful berbohong."
Hahaha....I rest my case!
Wednesday, March 24, 2010
Majlis Ilmu: Sidi Abdal Hakim Murad di Malaysia
| Date: | Sunday, March 28, 2010 |
| Time: | 7:30pm - 9:30pm |
| Location: | Masjid Tengku Kelana Putra, Jalan SS7/13, Kelana Jaya |
Welcome to Malaysia, our dear Shaykh!
Thursday, November 19, 2009
Asri Charged
KUALA LUMPUR (Nov 18, 2009) : Former Perlis Mufti Dr Mohd Asri Zainul Abidin was today charged in the Gombak Timur Lower Syariah Court with teaching matters related to the religion of Islam without "tauliah" (authorisation) from Selangor Islamic Religious Council.
(L-R)Former Perlis MB Datuk Seri Shahidan Kasim talk with Perlis Mufti Dr Mohd Asri Zainul Abidin at Gombak Timur Syariah Court today. |
The charge carries a maximum RM3,000 fine or two years jail upon conviction.
Syariah judge Wan Mahyuddin Wan Mohamad granted RM3,000 bail with two sureties and set Jan 5 for a hearing. Asri, who was clad in a black blazer and songkok, posted bail.
When the case commenced at 9.15am in a packed court room, the charge was read out to Asri who said: "I plead not guilty, claim trial."
Selangor Syarie chief prosecutor Abdul Shukor Abdul Hamid applied for the case to be transferred to the Syariah High Court saying that a supporting affidavit was filed on Nov 12, stating the grounds for the transfer.
He said the application for the transfer was made through power vested under the laws to the Syariah chief prosecutor.
He said the case involved application of law and procedures that required views and accurate interpretations by an experienced judge and that the case received wide coverage involving an influential person.
However, Asri's lawyer Kamar Ainiah Kamaruzaman said the accused was only informed in the morning and that they had no opportunity to file a reply.
She also objected to the charge, saying it did not specify or had details for them to prepare a defence.
"It's blur. What is the meaning of teaching aspects related to religion of Islam without 'tauliah'?" she asked.
|
|
He said the Lower Syariah Court judge was qualified to hear the case and if the case was tried in a Lower Syariah Court, the accused could appeal to the Syariah High Court and the Syariah Appeal Court.
"The fact that the accused is an influential person is irrelevent," he added.
Wan Mahyuddin then rejected the prosecution's application for transfer saying the prosecution had failed to state reasonable grounds.
He reasoned that a transfer to the High Court could only be allowed if the prosecution had reasonable grounds.
"Public interest is important and not individual interest," he said, adding that the case should be speeded up as a transfer would cause delays and delays could prejudice the accused.
"The grounds that he is influential is unreasonable for the case to be transferred to the Syariah High Court. The prosecution can have complete trust in this court to handle the case.
"In this court's view, the prosecution must be consistent, not referring to individual involvement. The accused being known to the public will not affect the delivery of justice," he said.
Wan Mahyuddin said hearing of the case in the lower court would also allow the accused to appeal to the Syariah High Court and Syariah Appeal Court.
Former Perlis Mentri Besar Datuk Seri Shahidan Kassim, Kulim Bandar Baru MP Zulkifli Noordin and Datin Paduka Marina Mahathir were also in the court premises.